Lima Anggota Polres Pekalongan Beserta Pasangannya Ikuti Sidang BP4R

Lidiknet, PEKALONGAN – Sebanyak lima anggota Polres Pekalongan yang akan melaksanakan perkawinan menjalani sidang BP4R (Badan Pembantu Penasehat Perkawinan Perceraian, dan Rujuk) di aula Mapolres Pekalongan, Selasa (23/8/2022).

Kelima personil tersebut adalah, Bripka Aynolio Artha bersama pasangannya, BripKa Angesti Waluyo bersama pasangannya, Briptu Handri Susanto bersama pasangannya, Briptu Roberto Bagaskara bersama pasangannya dan Briptu Zamzami Farros Zamzami bersama pasangannya.

Sidang BP4R dipimpin oleh Wakapolres Pekalongan Kompol Riwayat Sosiyanto, S.H., M.Si, sedangkan Kabag SDM Kompol Guntur Tri Harjani, S.H sebagai sekretaris sidang.

BACA JUGA:  Pengacara Razman Nasution Diduga Arogan, Aniaya Aparat Polisi dam Rampas Peluru Polisi?

Kompol Riwayat Sosiyanto menjelaskan sidang BP4R adalah sidang untuk pemberian izin nikah bagi anggota Polri yang akan melaksanakan pernikahan.

“Sidang nikah ini wajib dilaksanakan bagi seluruh personel Polri beserta calon pasangannya yang akan melangsungkan pernikahan karena merupakan syarat yang harus dipenuhi untuk melangsungkan pernikahan,” tuturnya.

Menurut Wakapolres, sidang pembinaan perkawinan tersebut merupakan pembekalan bagi kedua pasangan dan harus menanamkan nilai-nilai agama dan sosial yang baik dalam kehidupan sehari-hari yang nantinya agar kehidupan keluarga tetap rukun dan harmonis.

BACA JUGA:  Berikan Materi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, Ini Pesan Kapolres Puncak Jaya kepada Peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan V Tahun 2022

“Sidang ini untuk pemberian izin nikah dari pimpinan kepada setiap anggota Polri yang akan melaksanakan pernikahan. Sidang ini wajib dilaksanakan bagi seluruh personel, beserta calon pasangannya, karena merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh kedua calon untuk kelengkapan berkas pengajuan pernikahan di KUA,” jelas Kompol Riwayat Sosiyanto.

BACA JUGA:  Ridwan Kamil Beri Bantuan Pembangunan Masjid di Depok

Pada kegiatan ini pula dihadirkan kedua orang tua/wali, dari masing-masing calon. Hal tersebut dimaksudkan agar para orangtua mengetahui, dan memberikan persetujuan kepada putra, dan putrinya yang akan melaksanakan pernikahan dengan pasangannya masing-masing.

Dalam proses sidang tersebut, para calon suami istri juga diberikan nasihat, pembinaan, dan pengertian, harus saling menghargai dalam membina keluarga, dan juga sebagai istri nantinya harus mendukung tugas-tugas suami. (HS)