Halal Bihalal Muli Mekhanai Kebandakhan Badak, Sebagai Media Perekat Dalam Masyarakat Adat.

LIDIKnet.com, Tanggamus – Dalam Rangka Melestarikan Kearifan lokal , Muli mekhanai Pekon Badak Bersama Muli Mekhanai Pekon Tanjung Jaya Menggelar Halal Bihalal yang dilaksanakan di lamban Balak Kebandakhan Badak Kecamatan Limau Kabupaten Tanggamus.

Halal bihalal tersebut merupakan salah satu kearifan lokal yang dilaksanakan setelah hari raya Idul Fitri dengan tujuan untuk mempererat hubungan persaudaraan yang terpisah oleh jarak dan waktu.

Selain mempererat hubungan persaudaraan, halal bihalal yang dilaksanakan oleh Muli Mekhanai Kebandakhan Badak juga bertujuan untuk menyatukan Kembali Antara Muli mekhanai Pekon Badak dan muli mekhanai Pekon Tanjung Jaya dalam satu kebudayaan adat Kebandakhan Pekon Badak

Kepala Pekon Badak Muhizar Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa untuk membangun sebuah keharmonisan ditengah masyarakat terutama masyarakat adat, maka dibutuhkan kesungguhan untuk menciptakan Kekompakan.

BACA JUGA:  Polsek Rowosari Gelar Tasyakuran HUT Bhayangkara ke-76

“Untuk adik – adik Muli Mekhanai Kebandakhan Badak bersatu untuk membangun Pekon, jangan berkotak kotak, tidak boleh terpecah-belah, jangan mendengarkan berita hoaks dan saya akan dukung segala kegiatan yang bersifat positif,”Kata Muhizar

Selanjutnya Muhizar juga menghimbau agar tradisi tersebut dapat dipertahankan dengan baik, sebab di Pekon Badak masyarakatnya terutama Muli Mekhanainya kebanyakan melakukan urbanisasi yaitu perpindahan dari desa ke kota yang setiap tahunnya akan mudik kembali ke kampung halaman.

“Untuk masyarakat badak terutama masyarakat adat, saya harap tradisi ini dapat di pertahankan, agar hubungan kita didalam masyarakat tetap terjaga,”Ujarnya

BACA JUGA:  bank bjb Raih Penghargaan BPD Terbaik Indonesia FX Trading Awards 2022

Ditempat yang sama, Kepala Adat Kebandakhan Badak Suntan Paksi Paduman Makhega Oktariado, ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Adat baik yang di Pekon Badak maupun dipekon Tanjung Jaya, agar saling asah asih asuh, sebab menurutnya, masyarakat Pekon Badak maupun masyarakat Pekon Tanjung Jaya yang tergabung di adat tergolong masih Satu Marga

“Oleh karena itu, momentum Idul Fitri ini harus dijadikan sebagai media rekonsiliasi oleh Muli Mekhanai Pekon Badak dan Pekon Tanjung Jaya dalam rangka membangun kembali adat istiadat muli mekhanai di Kebandakhan Badak,”Pungkasnya

Sementara Kepala Mekhanai Kebandakhan Badak Saripuddin, ia berharap agar Muli Mekhanai yang ada di Kebandakhan Badak, baik yang di Pekon Badak maupun yang berada di Pekon Tanjung Jaya, agar ada Kekompakan disetiap ada perhelatan Adat, seperti Nayuh maupun acara tahunan yang lainnya.

BACA JUGA:  Meski Sudah Divaksin, Masyarakat Diminta Jangan Lengah

“Alhamdulillah acara ini bisa berjalan dengan lancar, aman dan kondusif, semoga kedepannya Kekompakan ini selalu kita laksanakan di setiap momen – momen tertentu,”Ujarnya

Sementara acara halal bihalal tersebut dihadiri oleh Kepala Adat Kebandakhan Badak Suntan Paksi Paduman Makhega Oktariado, Kepala Pekon Badak Muhizar, Dalom Pangeran Gedung Kebandakhan Badak Ahmad Syamsuddin, perwakilan Muli Mekhanai Pekon Kuripan, serta tamu undangan yang lainnya.