Fatmawati Gadis Yatim Piatu Yang Mengalami Gangguan Jiwa, Akhirnya Di Bawa Ke RSJ Provinsi Lampung

LIDIKnet.com,Tanggamus – Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Tanggamus Bersama LKS Alamanda merujuk Fatmawati (38) gadis yatim piatu yang mengalami gangguan jiwa ke Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung di Negeri Sakti Pesawaran. Rabu(27/4/2022)

Fatmawati (38) gadis yatim piatu penderita gangguan jiwa tersebut, merupakan warga Dusun Sumberkarya II RT/RW 002/004 Pekon Sumberejo Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus.

Namun hal tersebut ada sedikit kendala karena setelah didiagnosa Fatmawati terkena sakit typus serta HBnya turun, diperkirakan membutuhkan dua kantong darah.

Sementara terkait administrasi kependudukan maupun BPJS, pihak Dinsos dan LKS Alamanda akan mengurus semuanya.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinsos Tanggamus Ismil Fikri, ia mengungkapkan bahwa setelah Fatmawati sampai di RSJ, dan dilakukan pemeriksaan oleh dokter, diketahui Fatmawati terkena sakit typus, ditambah HBnya turun dan di perkirakan kurang dua kantong.

Dengan diagnosa tersebut, dan setelah dilakukan koordinasi dengan orang tua angkatnya, maka Fatmawati di rujuk ke RS terdekat yakni di Rumah Sakit Panti Secanti Gisting guna penyembuhan sakit tifus serta agar HBnya juga naik.

BACA JUGA:  Lomba Kicau Burung Kapolres Cup Meriahkan HUT Bhayangkara ke-76

“Karena kalau di rawat inap harus ada yang menunggu dari perwakilan keluarga, sedangkan ini mau lebaran pastinya orang tua angkat Fatmawati juga mengurus keluarganya di rumah,”Kata Ismail Fikri.

Selanjutnya menurut Ismail Fikri, bahwa ada kendala lain yakni BPJS Fatmawati sudah tidak aktif, sehingga Dinsos Tanggamus akan mengusahakan BPJSnya kembali aktif.

“Nanti, setelah sembuh dari sakit tifusnya dan HBnya normal, maka akan kembali di Rujuk ke RSJ,”Tandasnya.

Sementara Ketua LKS Alamanda, Roswati Purwantari menanggapi hal tersebut, ia mengungkapkan bahwa Fatmawati belum mempunyai KTP dan akte kelahiran, dan pihaknya akan membantu pembuatan serta perubahan Kartu Keluarganya ke Dinas Catatan Sipil (Discapil).

“Kebetulan Capil juga sudah kerja sama dengan LKS, Insya Allah semua proses Adminduk Fatmawati berjalan dengan lancar,”Ungkap Roswati.

Oleh sebab itu, Roswati mengaku akan terus mengupayakan bantuan dengan harapan Fatmawati dapat sembuh.

“Dan kami akan terus mengupayakan bantuan ke balai agar ke depannya Fatmawati bisa pulih seperti orang normal lainnya,”Tegasnya.

BACA JUGA:  Ibu Bupati! Ada Salah Satu Warga Miskin Di Kecamatan Limau Yang Hidup Nya Cuma Sebatang Kara

Sementara itu, Suranti selaku orang tua asuh Fatmawati mengucapkan ribuan terima kasih kepada seluruh tim yang terlibat baik Dinsos, LKS Alamanda maupun Aparat Pekon Sumberejo.

“Kami selaku orang tua asuh dan juga masyarakat pekon sumberejo mengucapkan terimakasih kepada pihak pihak yang telah membantu dan peduli dengan anak kami Fatmawati,”Ucap Suranti.

Suranti juga berharap, Fatmawati bisa sembuh setelah dirujuk ke RSJ oleh Dinsos Tanggamus yang didampingi LKS Alamanda Tanggamus.

“Sebelumnya anak kami juga dibantu Polsek Sumberejo Polres Tanggamus Polda Lampung dan aparatur pekon. Semoga ini merupakan jalan kesembuhan Fatmawati,”Beber Suranti dengan rasa haru.

Kemudian Suranti juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada relawa dan media massa yang telah membantu menginformasikan, sehingga kondisi Fatmawati diketahui oleh masyarakat lainnya.

“Tentunya, terima kasih tak terhingga kepada relawan dan media massa yang telah memberitkaan, sehingga kondisi Fatmawati saat ini mendapatkan penanganan yang baik,”Tutupnya.

BACA JUGA:  Jelang Kenaikan BBM, Jajaran Polres Pekalongan Awasi Seluruh SPBU di Wilayah Kabupaten Pekalongan

Untuk diketahui, Fatmawati adalah anak yatim piatu dan mengalami gangguan kejiwaan sejak 7 tahun lalu setelah jiwanya terguncang karena ayah disusul ibunya meninggal dunia.

Kala itu Fatmawati masih remaja, sehingga atas kondisinya, Fatmawati hanya dapat duduk di atas tempat tidur bambu tanpa alas di salah satu ruangan gelap rumahnya, lantaran rumah tersebut tidak memiliki penerangan yang memadai.

Beruntungnya, ada tetangga yang baik hati dan peduli merawat Fatmawati. Orang tersebut bernama Suranti, nenek 50 tahun yang rumahnya berjarak 200 meter dari rumah Fatmawati.

Suranti, setiap hari memberi makan dan memandikan, membersihkan kotoran Fatmawati, sejak 7 tahun lalu hingga saat ini. Lantaran Suranti merasa iba atas nasib Fatmawati.

Kekinian, kamar Fatmawati sudah terang dengan teraliri listrik atas fasilitas Polsek Sumberejo dan aparatur pekon.

Pun demikian Suranti selaku ibu asuhnya juga sudah tidak kesusahan membawa air sebab Polsek dan pekon juga melakukan pemasangan pipa air ke rumah Fatmawati.