Membuat Kegaduhan Dan Menyebar Hoaks, Luhut Harus Di Proses

LIDIKnet.com, Lampung – Dengan pernyataan kontroversinya Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan yang telah diduga menyebarkan hoaks selama ini, mengundang perhatian dari banyak pihak. Minggu (17/4/2022)

Seperti Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun, ia mengatakan bahwa atas perbuatan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, negara dibuat gaduh, maka pantas untuk dipenjara.

Sementara perbuatan-perbuatan hoaksnya kata Refly Harun, terkait pernyataan Luhut, ada 110 juta dalam Big Data yang menginginkan penundaan pemilu.

BACA JUGA:  Everything I Learned About Mobile I Learned From Potus

Dan Refly pun meminta kepada pemerintahan agar yang terjerat pasal tentang penyebaran berita bohong dan membuat keonaran dibebaskan.

“Sebenarnya para pengkritik Pemerintah tidak lebih berat kasusnya dibandingkan dengan Luhut. Jadi, bebaskan orang-orang yang terkena pasal tentang berita bohong,”Kata Refly

Lebih lanjut Refly juga menjelaskan bahwa Luhut Binsar Panjaitan memunculkan keonaran yang lebih luas dari pada para pengkritik pemeritah

BACA JUGA:  Kebakaran Rumah Di Pekon Sinar Banten Sebabkan Kerugian Puluhan Juta Rupiah

Dan pengkritik pemeritah seperti Habib Rizieq, Habib Bahar, Anton Permana, Syahganda Nainggolan, dan Jumhur Hidayat dijerat dengan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1/1946.

“Coba bandingkan dengan kasus berita bohong yang dikenakan kepada mereka, tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Luhut, artinya Luhut lebih pantas untuk dipenjarakan,”Jelas Refly

BACA JUGA:  Kapolsek Kangkung Gencar Melaksanakan Pemantauan dan Pengawasan Hewan Ternak

Meski demikian, Refly mengaku tidak suka menggunakan hukum untuk memidanakan orang yang memiliki pendapat berbeda.

Kemudian Refly juga berharap agar pengkritik pemerintah yang terjerat Pasal 14 UU nomor 1/1946 tersebut untuk segera di bebaskan. sebab kata Refly, cuma hanya berbeda pendapat tidak harus dipenjara.

“Pemerintah tidak boleh menggunakan hukum karena cuma berbeda pandangan atau yang kritis terhadap mereka,”Tutupnya