Alat Tangkap Ikan Terbatas, Nelayan Pekon Badak Harapkan Bantuan Pemerintah

LIDIKnet.com, Tanggamus – Nelayan Tradisional Pekon Badak yang akan membantu pasokan ikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat selama bulan puasa, keluhkan hasil tangkapannya menurun drastis. Minggu (10/4/22)

Sementara itu selama Bulan Puasa, masyarakat sangat membutuhkan asupan protein yang terkandung didalam ikan, guna meningkatkan aktivitas masyarakat di saat menjalankan ibadah puasa.

Sebab ikan dipercaya kaya akan protein seperti omega 3 yang akan menunjang daya tahan tubuh dan dapat membantu membangun sel-sel otak, memperlambat penurunan kognitif, dan memperkuat sinapsis di otak yang terkait dengan memori agar tetap fokus dalam menjalankan ibadah puasa.

Seperti halnya masyarakat Kabupaten Tanggamus yang berada di pesisir teluk semaka khususnya Warga Pekon Badak Kecamatan Limau, setiap bulan Suci Ramadhan pada saat siang hari mempunyai tradisi Ngalang Alang, menunggu nelayan pulang dari memancing ikan.

BACA JUGA:  Mom Knows Best When Picking the Perfect Gift for Mother’s Day

Al khozi (50) salah satu warga masyarakat Pekon Badak, ia mengatakan bahwa selama bulan puasa kebutuhan masyarakat untuk mengkonsumsi ikan Semakin meningkat, Sebab ikan segar sangat efektif digunakan sebagai hidangan untuk berbuka puasa.

“Di banding dengan hari – hari biasa, dibulan puasa, minat masyarakat untuk mengkonsumsi ikan semakin meningkat, sebab masyarakat tanggamus mempunyai tradisi nyobek ikan, sebagai menu andalan saat berbuka puasa,”Kata Alkhozi.

BACA JUGA:  This Story Behind Actress Will Haunt You Forever!

Di tempat yang sama, Tamtowi (60) seorang nelayan tradisional yang kesehariannya memancing ikan, ia juga mengatakan bahwa selama bulan puasa sehabis sholat subuh, ia dan para nelayan yang lainnya pergi ke laut untuk memancing ikan.

Selain untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Tamtowi bersama kawan-kawan nelayan yang lainnya, juga membantu mempermudah masyarakat untuk mendapatkan ikan segar.

“Minggu pertama dibulan puasa ini jumlah tangkapan ikan sedikit berkurang, gak tau Kenapa, tapi yang pasti kami sebagai nelayan kecil ini punya keterbatasan masalah alat tangkap,”Jelasnya.

Lalu di tanya Soal harga satu renteng ikan segar, Tamtowi juga menuturkan bahwa untuk satu renteng ikan kembung di bandrol Rp 10.000, itu sudah menurut harga pasaran.

BACA JUGA:  Gardening Projects Help Children Flower

“Walaupun bulan puasa, dan tangkapan ikannya agak sepi, tapi harganya tidak mengalami kenaikan, tetap stabil seperti hari – hari biasa,”Tuturnya

Kemudian Tamtowi juga berharap Kepada pemerintah Kabupaten Tanggamus, berhubung alat tangkap para nelayan kecil cukup terbatas, maka ia sebagai nelayan kecil, mengharapkan bantuan dari dinas perikanan kabupaten tanggamus, terkait alat tangkap

“Selama ini nelayan kecil mencari ikan masih di kawasan pesisir sehingga optimalisasi tangkapan belum maksimal,”Tutupnya