Update! Dugaan Pencemaran Nama Baik PMII Sumenep

SUMENEP, jatimzone.com, – Subiyakto, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali terjerat kasus hukum yang saat ini telah memasuki pemanggilan saksi-saksi. Jumat, 4 Februari 2022.

Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti memamaparkan, saat ini laporan yang di ajukan organisasi PK PMII STKIP PGRI Sumenep dua minggu yang lalu sudah memasuki tahapan pemanggilan saksi-saksi.

“Sudah dalam proses pemeriksaan, hingga saat ini terus berjalan,” ungkap Widiarti, waktu dikonfirmasi pewarta melalui sambungan selularnya, Jumat (4/2) sore.

Pihaknya menjelaskan, pemanggilan beberapa saksi-saksi tersebut bertujuan untuk klarifikasi yang jelas tentang adanya dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Subiyakto terhadap organisasi PMII.

BACA JUGA:  Akibat Angin Kencang, Pohon Besar Robohkan Rumah Warga Sumenep

“Tetap kami proses, karena laporannya kan baru masuk kemarin,” ungakapnya.

Sementara itu, Ketua PK PMII Sumenep, Moh. Rusdi, sudah dimintai keterangan oleh polisi tentang kasus tersebut. Yang jelas, kader PMII ini melaporkan oknum ASN itu dengan institusinya bukan pribadinya.

Menurut Rusdi, oknum ASN itu telah mencoreng nama baik PMII secara umum dan keluarga besar PMII STKIP PGRI Sumenep secara khusus, sebab telah menuduh aksi demonstrasi beberapa Minggu yang lalu ke Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep merupakan aksi bayaran tanpa bukti yang nyata.

“Hari Rabu kemarin, saya bersama sekretaris saya dipanggil Polres untuk dimintai keterangan. Sementara saksi-saksi infonya hari ini telah dipanggil pihak Polres,” kata Rusdi saat di konfirmasi dari bilik telfon oleh awak media.

BACA JUGA:  Jalan Tak Kunjung Diperbaiki Pemerintah, ini yang Dilakukan Warga Desa Tanjung Pagantenan Pamekasan

Pihaknya berharap, Polres Sumenep, segera menyelesaikan dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh oknum ASN di lingkungan Pemkab Sumenep tersebut.

Sekedar informasi sebelumnya, buntut aksi demonstrasi yang dilakukan oleh aktivis PK PMII STKIP PGRI Sumenep, Kamis (20/1/2022) lalu berujung pelaporan.

Awalnya ketika aksi aktivis PMII mendesak Bupati Sumenep Achmad Fauzi, mencopot jabatan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Agus Dwi Saputra, yang tidak sesuai kompetensi.

Dari sini, Subiyakto, salah satu ASN di lingkungan Pemkab Sumenep mengatakan bahwa aksi itu merupakan aksi bayaran yang ditunggangi.

BACA JUGA:  Warga Sampang Jadi Korban Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Penerbitan AJB

Pernyataan ASN tersebut sempat viral di Medsos khususnya di aplikasi grup WhatsApp dengan caption “Unras Bayaran”.

Mendengar hal tersebut, aktivis PMII merasa gusar dan tidak terima karena nama baik kelembagaannya tercemar atas tuduhan yang tak benar itu.

Diketahui, PK PMII STKIP PGRI Sumenep melayangkan laporan ke Mapolres Sumenep pada Senin (24/1/2022) lalu, empat hari usai melakukan aksi demonstrasi ke Kantor Disdik setempat.

Lagi-lagi, hingga berita ini di terbitkan, belum ada keterangan yg jelas dari Subiyakto, selaku ASN yang dilaporkan aktivis PMII.