Seorang Nelayan di Situbondo Ditemukan Tewas Mengapung

SITUBONDO, – Nelayan di pinggir pesisir Mimbo, Desa Sumberanyar, Banyuputih, Situbondo, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria mengambang tanpa busana.

Mayat pria telanjang tersebut pertama kali ditemukan oleh nelayan setempat pada Sabtu pagi (29/1/2022) pukul 07.00 WIB.

“Peristiwa penemuan mayat tanpa busana yang menggegerkan warga itu, kemudian dilaporkan ke Kepala Dusun setempat dan diteruskan ke SPKT Polsek Banyuputih,”kata Kapolsek Banyuputih, AKP Heru Purwanto, Sabtu (29/1/2022).

Dari laporan tersebut, lanjut Kapolsek, pihaknya bersama Kanit SPKT Polsek Banyuputih Aipda Arif Harsono, Kanit Reskrim, Kanit Intel dan anggota bersama anggota Koramil, TNI AL Pos Kamla Jangkar, perangkat desa setempat serta anggota BPBD Situbondo, langsung bergegas ke lokasi tersebut

“Selain mengevakuasi jasad pria tersebut ke rumah sakit, petugas juga meminta keterangan dari sejumlah saksi disekitar lokasi penemuan mayat pria yang mengambang dibibir pantai Mimbo,”tutur Heru.

BACA JUGA:  Mengenaskan, Pria di Situbondo Jadi Korban Tabrak Lari

Identitas korban, sambung Heru, baru diketahui oleh beberapa nelayan asal Pesisir Besuki, setelah melihat dari dekat terhadap jasad korban.

“Korban meninggal dunia diketahui bernama Amat (74) yang merupakan nelayan asal Pesisir Besuki. Setelah teman kerja korban, sesama nelayan dari pesisir besuki mendekati penemuan mayat tersebut,” ucap Heru.

Untuk mengetahui penyebab kematian korban, imbuh Heru, jenasah korban saat ini sudah diruang jenasah RSUD Asembagus. Hasil pemeriksaan luar tim medis, tidak ditemukan tanda tanda kekerasan.

“Keluarga menolak untuk dilakukan outupsi, dengan menulis pernyataan bermaterai. Menurut keterangan keluarga, saat berangkat kerja korban dalam kondisi sakit. Saat ini jenasah korban sudah dibawa pulang pihak keluarganya untuk dimakamkan di kampung halamannya,”tukas Kapolsek Banyuputih.

BACA JUGA:  Hari Ini, Pendaftaran Pencalonan Pilkades Pamekasan Resmi Dibuka

Sumber data yang diperoleh suarajatimpost.com, sebelum ditemukan tewas dipinggir pesisir pantai Mimbo, 24 nelayan asal Gudang, Pesisir, Besuki ini, berangkat melaut mencari ikan disepanjang pesisir Pandean dan Mimbo, Banyuputih, Situbondo.

Dengan menggunakan Perahu Surya jenis slerek, korban bersama dengan 23 nelayan, sekitar pukul 00.30 WIB, tiba di pinggir pesisir pantai pondok Mimbo dan menjual hasil tangkapannya kepada salah satu warga setempat

“Sesampai dipinggir pantai saya bersama 23 ABK lainnya langsung membongkar hasil tangkapan hingga pukul 03.00 WIB, dan dibawa ke salah satu warga Mimbo,”jelas Marzuki (55) Nahkoda Perahu Surya yang juga pemilik perahu asal Besuki, kepada suarajatimpost.com.

Usai membongkar hasil tangkapan, ujar Marzuki, dirinya bersama 23 ABK lainnya, beristirahat dan menumpang tidur diteras rumah warga.

BACA JUGA:  Indehoi di Hotel, Tiga Pasangan Bukan Muhrim Digrebek Satpol PP Situbondo

“Setelah bangun tidur sekitar pukul 07.00 WIB, seluruh ABK, mendengar ada penemuan mayat dipinggir pantai. Saat warga menggotong mayat tersebut, saya berusaha mendekat, setelah saya lihat ternyata yang meninggal itu ABK yang masih saudara ipar saya,”ujar Marzuki.

Dirinya tidak menduga, yang meninggal dunia itu anak buahnya. Sebelumnya, seluruh  24 ABK Perahu Surya sedang istirahat dan berencana kembali berlayar pada siang ini.

“Korban bangun dan beranjak pergi dari tempat dimana ke 24 ABK tidur, tidak ada yang mengetahui. Tiba tiba korban ditemukan warga sudah dalam kondisi meninggal mengambang dipinggir pantai. Keluarga menerima kematian korban, karena sebelumnya, korban memiliki riwayat penyakit,”pungkas Marzuki.