Ini Rahasia Menjadi Generasi Hebat Menurut Bupati Pamekasan

PAMEKASAN,- Bupati Pamekasan, Jawa Timur, Baddrut Tamam menghadiri acara penutupan dan penyerahan tropy pada Ajang Kompetisi Siswa Berprestasi (Aksi) SMP dan MTs se Madura di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pamekasan, Rabu (26/1/2022).

Bupati Pamekasan, Baddrut Taman menyampaikan, siswa yang akan menjadi generasi penerus perjuangan bangsa ini harus mempunyai cita-cita yang tinggi.

Cita-cita itu bisa didapat dengan cara belajar sungguh-sungguh tanpa menghilangkan local wisdom atau kearifan lokal yang ada.

“Kita harus bisa menyiapkan generasi yang hebat di masa yang akan datang dengan tidak menghilangkan nilai-nilai kebudayaan, nilai-nilai lokal yang kita miliki,” katanya.

BACA JUGA:  Percepat Pembangunan, Badrut Tamam Kunjungi Dinas PUPR dan DPRKP

Dia menambahkan, industri 4.0 menuntut para siswa untuk meningkatkan ilmu pengetahuannya di berbagai bidang, termasuk di bidang teknologi. Sekian banyak perubahan yang terjadi dalam kehidupan sosial tanpa terpikirkan sebelumnya.

“Misalnya, kita sebelumnya tidak pernah berpikir pesan makanan bisa dengan menggunakan handphone, kita juga tidak pernah berpikir bisa memesan barang dengan handphone dan lain-lain. Dunia sudah berubah,” tandasnya.

Menurutnya, siswa sebagai penerus perjuangan bangsa ini harus sadar akan perubahan tersebut. Mereka yang tidak sadar dan berleha-leha tanpa meningkatkan skill pengetahuannya akan tergilas oleh perkembangan zaman.

BACA JUGA:  Rancang Agro Wisata Madurasa, Kades Gagah Pamekasan Dapat Apresiasi Bupati

Tokoh muda yang masuk dalam bursa pemimpin Jawa Timur ini juga memaparkan empat kunci untuk menjadi generasi hebat masa depan.

Pertama mempunyai ilmu pengetahuan, kedua attitude yang baik, ketiga berinovasi, dan keempat mempunyai kecepatan.

“Empat kategori generasi hebat ini harus ada di kita semua. Kenapa kita harus memiliki empat karakter ini, karena yang pertama, kalau tidak ada ilmu tidak mungkin kita bisa melihat kehidupan di dunia, jika kita tidak punya iman dan akhlakul karimah maka kita tidak punya teman banyak dan mampu membangun tim,” jelasnya.

BACA JUGA:  Hadir Acara Pelantikan NU, Bupati Pamekasan Duduk Lesehan Bersama Warga Nahdliyyin

Selain itu, generasi yang tidak cepat dan tidak bisa berinovasi di dunia yang penuh dengan persaingan ini secara otomatis akan ditinggalkan oleh kehidupan sosial.

Sehingga empat kunci ini harus menjadi pegangan para siswa guna menata masa depan yang lebih cerah.

“Nanti kita akan bertemu dengan kehidupan yang berbeda, saya berpikir dua atau tiga tahun lagi akan ada perubahan lagi yang tidak kita pikirkan. Siapa yang bisa membuat kecerdasan buatan, itu akan jadi pemenang,” pungkasnya.