Menteri Koperasi dan UKM Resmikan Rumah Kita Berdaya di Lumajang

LUMAJANG – Teten Masduki meresmikan Rumah Kita Berdaya (RKB) seusai melakukan kunjungan ke kawasan hunian baru relokasi korban bencana alam Semeru di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Sabtu, (22/2/22).

MenKop UKM meresmikan RKB dengan didampingi Deputi Bidang Perkoperasian Ahmad Zabadi, Dirut LPDB-KUMKM Supomo, Bupati Lumajang Thoriqul Haq, Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Veronica Ratih Murwani R.A., dan Ketua Kadin Lumajang Agus Setiawan.

Rumah Kita Berdaya berada di samping utara Kantor Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lumajang. Selain sebagai galeri juga berdiri Koperasi Rumah Kita Berdaya.

BACA JUGA:  Dalam Pleno Diperluas, DPP Partai UKM Indonesia, Nyatakan Diri Tidak Mendaftar Pemilu

Dikatakan Teten Masduki, RKB sangat bagus untuk pengembangan UKM. “Saya sangat mengapresiasi dengan ide Rumah Kita Berdaya ini,” kata Teten.

Lebih lanjut dijelaskan Teten, Koperasi RKB bisa menjadi agregator bagi UMKM yang produksinya masih kecil, masih memerlukan akurasi produk dan kapasitas usaha, ada problem dengan pembiayaan dan akses pasar.

BACA JUGA:  Bupati Pamekasan Kabur Saat Ditantang Dialog Terbuka Soal Capaian Program

“UMKM sudah tidak bisa lagi usaha sendiri-sendiri, kecil-kecil, tapi harus bergabung dengan Rumah Kita Berdaya ini,” kata Teten. Ditambahkan Teten Kementerian Koperasi dan UKM siap mensupport pembiayaan.

Dikatakan Teten, Kabupaten Lumajang mempunyai beberapa produk unggulan. Salah satunya pisang kirana. Bersama pisang cavendis asal Brasil, pisang mas kirana termasuk jenis pisang yang bisa diterima pasar dunia.

BACA JUGA:  Bupati Pamekasan : Pak Wabup itu Orangnya Ikhlas dan Pejuang

Sayangnya, pisang kirana yang berasal dari Lumajang ternyata dieksport oleh koperasi dari Lampung. “Di Singapura tahunya produk pisang mas kirana bukan dari Lumajang, tetapi dari Lampung,” kata Teten Masduki.

RKB yang digagas pelaku UMKM di Lumajang selama pandemi Covid-19 ini nantinya juga akan melakukan pendampingan, di antaranya peningkatan kualitas packaging serta branding produk untuk meningkatkan mutu dan daya saing produk.