Mengaku Habib, Pria Asal Omben Sampang Diamankan Warga

SAMPANG, – Kepala Desa Karang Anyar mengamankan seorang pria asal warga Desa Jrangoan, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang karena mengaku Habib.

Penangkapan pria tersebut viral di media sosial dan digroup WhatsApp.

Diketahui pria yang mengaku habaib tersebut bernama Moh Roje asal warga, Dusun Bunggentong, Desa Jrangoan, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang.

Akhirnya ia minta maaf karena telah mengaku-ngaku sebagai Habib atau dzurriyah Rasulullah SAW.

Sementara itu, Kepala Desa Karang Anyar H Sabra’i mengatakan, bahwa awalnya ada laporan dari warganya dan juga warga Desa Tobai tengah dan warga Sokobanah ada orang yang mengaku ngaku habaib, jadi salah satu nya ada dari keluarga saya, kerabat dan tokoh masyarakat melaporkan.

BACA JUGA:  SDN Sumber Waru 1 Pamekasan Disegel Wali Murid

“Saya minta fotonya, kemudian beberapa hari tiba – tiba dia datang kesini membawa madu palsu, namun saat saya tanyakan, sampean habib, dia (Moh Roje) menjawab iya, dari Al – Husaini, saat menjawab Al – Husaini dan timbul kecurigaan Karena tidak ada habaib Al – Husaini yang ada habib Assegaf dan Al – hathos bahkan dia mengaku Assigaf di Desa Tobai tengah,” kata H. Sabra’i, Jumat (21/01/2022).

Menurutnya, saat ketemu mengaku habib Al – Husaini, hingga saya membeli madunya namun dibayar separuh biar kembali lagi, namun menghubungi para habaib di Sampang dan menelpon Ke dia (Moh Roje) disuruh ambil sisa uang tersebut.

BACA JUGA:  Tunggu Bupati, PMII Blokade Pintu Masuk dan Larang Pegawai Keluar

“Setelah datang saya panggil habib Abdurrahman, akhirnya dia bukan habib tapi orang biasa warga Madulang keluarga ke Desa Jrengoan Sampang rupanya dia bertahun yang mengaku habib bahkan banyak warga yang jadi korban,” tegasnya.

Pihaknya berharap supaya dia tidak mengaku habaib lagi karena itu termasuk orang yang dilaknat ole Allah SWT yang mengaku nasabnya Rasullullah, agar membuat efek jera.

“Saya mengingatkan kepada seluruh warga khususnya Madura supaya tidak mudah terpercaya bagi orang yang mengaku ngaku habib bahkan pernah terjadi kemarin di Pondok Pesantren Beringin Pamekasan itu, ternyata bangsa Arab tapi bangsa Arab itu bukan habaib agar masyarakat lebih hati – hati lagi,” cetusnya.

BACA JUGA:  Kesetrum, Warga Pamekasan Meninggal Dunia saat Perbaiki Rumah

Yang menjadi saksi dari permintaan maaf itu adalah dari para Habaib yakni, Ada Rabithah, Habib novel dan Habib Abdurrahman Al khoiri

“Pelaku sudah membuat surat pernyataan berjanji tidak akan mengulanginya kembali dan mengakui kesalahannya, hingga minta maaf dan di sumpah oleh para habaib. Semoga pelaku berubah menjadi lebih baik,” pungkasnya.