IAIN Madura Beri Kesempatan Luas Untuk Hafid Al-Qur’an dan Fasih Baca Kitab Kuning

PAMEKASAN. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura hanya mematok penerimaan 2.200 calon mahasiswa baru pada penerima mahasiswa baru di tahun akademik 2021/2021.

Batasan jumlah tersebut, diuraikan Rektor IAIN Madura, Mohammad Kosim, karena ketersediaan fasilitas sarana hanya mencukupi untuk maksimal 2.22 mahasiswa baru.

“Tahun ini targetnya sebanyak 2.200 mahasiswa dari 17 prodi strata 1. Karena memang kemampuan Gedung hanya bisa memfasilitasi 2.200,” paparnya, Kamis (24/6/2021).

Dalam penerimaan mahasiswa baru, IAIN Madura melaksanakan penerimaan melalui empat jalur. Yakni melalui jalur Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN), jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN), jalur Mandiri Prestasi.

BACA JUGA:  Disdikbud Pamekasan Siapkan 115 Guru Jadi Calon Kepala Sekolah Profesional

Dikatakannya, untuk jalur prestasi mandiri adalah fasilitasi penerimaan mahasiswa baru dengan kategori hafid alquran 15 juz dan kitab kuning.

Selanjutnya, Khusus untuk jalur prestasi ini, tidak ada batasan jumlah, dengan tujuan guna menyiapkan generasi yang berkualitas di masa depan.

BACA JUGA:  Artis Ketika Cinta Bertasbih Hiasi Panggung KSEI JEBIS IAIN Madura

Secara terperinci dari 4 jalur penerimaan mahasiswa, 3 jalur pendaftaran sudah tuntas. Yakni, jalur SPAN-PTKIN dengan jumlah pendaftar 1.440 hanya diterima sebanyak 916, jalur UM-PTKIN dari 1.590 pendaftar dinyatakan masuk kualifikasi sebanyak 911 mahasiswa.

sedangkan pada jalur prestasi hafid minimal 15 juz dan kitab kuning, dari pendaftar 43 hanya mampu terisi 18 mahasiswa.

“Jalur prestasi mandiri hafid minimal hafal 15 juz dan kitab kuning, kalau diterima free pembayaran uang kuliah tunggal selama tahun 8 semester,” tuturnya.

BACA JUGA:  Safari Ramadan, Ansor Batumarmar Gelar Khotmil Qur'an untuk Pendiri NU

Untuk tahun 2021, Pelaksanaan kuliah mahasiswa baru, IAIN Madura akan menerapkan blended learning, yakni gabungan pembelajaran secara luring dan daring. Sebab, kondisi wabah Covid-19 sangat berdampak sekali kepada proses pembelajaran.

“Saya bilang kepada teman-teman dosen, tantangan kedepan semakin berat, karena input mahasiswa berasal dari siswa yang melakukan pembelajaran secara daring,” pungkasnya.