Masyarakat Desa Tanjung Pademawu Bersikukuh Menolak Pengeboran Migas

PAMEKASAN. Masyarakat yang terdiri pemuda dan nelayan se-desa Tanjung kecamatan Pademawu kabupaten bersikukuh menolak rencana pengeboran migas di desanya.

Kesepakatan penolakan tersebut hasil pertemuan yang dilakukan oleh Forum Nelayan Peduli lingkungan (FNPL). Jum’at, (28/05/2021).

Puluhan masyarakat yang hadir menghasilkan kesepakatan terkait rencana pengeboran Migas oleh PT. Medco Energy ditolak dengan beberapa alasan.

Koordinator Pemuda Dan Nelayan Desa Tanjung Pademawu Pamekasan, Abd Rohim mengatakan, ada lima hasil musyawarah dan diskusi dari masyarakat.

BACA JUGA:  Hari Bhayangkara Ke-75, 41 Personil Polres Pamekasan Naik Pangkat

Pertama, masyarakat sekitar mempertimbangkan bahwa pengeboran tersebut dinilai ada dampak positif dan negatifnya. Namun demikian, masyarakat menyakini akan dampak negatif yang lebih.

“Sehingga hal ini perlu di tinjau dan dikaji ulang akan adanya pengeboran migas di desa tanjung kecamatan Pademawu,” kata Rohim usai rapat dengan tokoh masyarakat.

BACA JUGA:  Anggota DPR RI Kunjungi Ponpes Tertimbun Longsor di Pamekasan

Kedua, masyarakat Desa Tanjung dan sekitarnya lebih memperhatikan dan mengutamakan akan eksistensi mata pencaharian masyarakat setempat. Yakni sebagai nelayan.

“Rencana Pengeboran ini sangat merugikan masyarakat setempat. Terutama nelayan yang akan melakukan aktivitas di laut karena terbatas,” ujarnya.

Selanjutnya, masyarakat akan terus mengawal persoalan tersebut dengan penuh komitmen sehingga menuai hasil sesuai dengan apa yang menjadi keinginan dari pihak masyarakat setempat.

BACA JUGA:  Pengacara Razman Nasution Diduga Arogan, Aniaya Aparat Polisi dam Rampas Peluru Polisi?

Keempat, masyarakat Desa Tanjung dan sekitarnya meminta agar rencana pengobaran migas oleh PT. Medco energy segera diselesaikan dengan memperhatikan (Tidak merugikan) masyarakat setempat dan sekitarnya.

“Kesepakatan terakhir, Puluhan perwakilan nelayan yang hadir, sepakat menolak rencana pengeboran MIGAS di perairan desa desa Tanjung,” pungkasnya.